Berapakah Ukuran Penis Pria Normal? Penelitian yang dilakukan oleh sebuah LSM di Amerika terhadap pria dewasa di Singapura pada tahun 2000 menunjukkan ukuran panjang penis rata-rata sekitar 8 cm pada saat tidak ereksi, yang bertambah menjadi sekitar 12 cm pada saat ereksi. Ukuran lingkar penis sekitar 8,5 cm pada saat tidak ereksi dan sekitar 11 cm pada saat ereksi. Penelitian itu juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara ukuran penis pria dan etnik Cina, India, dan Melayu, baik pada saat tidak ereksi maupun saat ereksi. Penelitian ukuran penis terhadap etnik Kaukasia yang dilakukan oleh Welles dan kawan-kawan pada tahun 1996 menunjukkan ukuran panjang rata-rata penis 8,8 cm dalam keadaan tidak ereksi dan menjadi 12,9 cm pada saat ereksi. Ukuran lingkarnya 9,7 cm dalam keadaan tidak ereksi dan menjadi 12,3 cm pada saat ereksi.
Mekanisme Terjadinya Ereksi (Tumescensi) Meskipun ereksi penis tampaknya terjadi dengan cepat, hal itu merupakan proses yang rumit dan membutuhkan kerja sama banyak sistem di dalam tubuh. Proses itu mulai dan otak, sistem syaraf, pembuluh darah sampai hormon turut dilibatkan dalam fungsi tubuh yang spesifik ini. Pada saat istirahat (tanpa aktivitas seksual), pembuluh-pembuluh darah arteri di daerah Corpora Cavernosa, serta otot-otot polos di trabekel yakni sekitar sinusoid akan mengalami kontraksi (penciutan) sehingga darah yang masuk ke penis sangat sedikit. Rongga-rongga sinusoid di Corpora Cavernosa hanya terisi sedikit darah sehingga penis dalam keadaan lembek..
Bagaimana Menghadapi Kemandulan Walaupun kita semua pernah mendengar pria usia tujuh puluhan yang masih bisa menghamili wanita, kebanyakan kita tidak demikian, karena kesuburan kita berangsur-angsur menurun sejalan dengan pertambahan usia, kata Dr. Galen. “Kemandulan di kalangan pasangan berusia belasan tahun umumnya kurang dari satu persen,” kata Sherman Silber, M., seorang spesialis masalah kesuburan di St. Luke’s Hospital di St. Louis dan pengarang How to Get Pregnant with the New Technology. “Dalam usia dua puluhan, kemungkinan ini naik menjadi 13 hingga 15 persen dan naik terus dengan mantap sampai usia 35 tahun, ketika tiba-tiba kenaikannya menjadi luar biasa. Dua puluh lima persen pasangan antara usia 35 dan 40 tahun tidak subur, dan selewat usia 40 tahun, hampir 50 persen dari mereka tidak akan mampu membuahi lagi.”
Posisi Seks Berdiri Mencegah Kehamilan? Sebuah kasus di daerah Jawa, dimana seorang gadis muda nekad berhubungan seks dengan seorang lelaki beristri. Agar ia tidak hamil, si gadis itu melakukan hubungan seks sambil berdiri, alias melakukan hubungan seks dengan posisi berdiri. Betulkah cara yang ia pilih itu ? Pada prinsipnya, kehamilan mungkin terjadi kalau ada sperma masuk melalui vagina dan berhasil membuahi sel telur yang dikeluarkan pada saat subur. Di luar masa subur wanita, hubungan seksual tidak mungkin menimbulkan kehamilan. J
ika dilihat dari posisi hubungan seksual, dalam posisi manapun akan tetap memberikan kemungkinan terjadi kehamilan. Namun, posisi yang paling baik untuk menghasilkan kehamilan adalah lelaki di atas, karena sperma tertimbun di sekitar mulut rahim lebih lama. Berhubungan seks dengan posisi berdiri, memang memungkinkan sperma segera keluar kembali, tidak sempat tertimbun di sekitar mulut rahim.
Karena itu, secara teoritis, kemungkinan terjadi kehamilan lebih kecil bila dibandingkan dengan posisi pria di atas. Hanya saja, secara statistik, kemungkinan terjadi kehamilan tetap ada. Artinya, hubungan seksual dengan posisi berdiri tidak dapat digunakan sebagai cara untuk mencegah kehamilan. Sperma yang masuk melalui vagina pastilah akan keluar kembali. Justru aneh kalau tidak keluar kembali. Ingat, sel-sel spermatozoa yang terkandung di dalam cairan spermalah yang diperlukan untuk terjadinya kehamilan. Sel-sel spermatozoa itulah yang bergerak masuk ke dalam rahim mencari sel telur untuk dibuahi.
Pria Beristri Doyan Selingkuh Anda berpikir pernikahan bisa mengikat pria sepenuhnya? Anggapan ini tak sepenuhnya benar, 80 persen pria Amerika yang telah beristri ternyata terbukti doyan selingkuh. Waduh… Penelitian ini dilakukan oleh sekelompok orang dari Institut Kinsey. Dari hasil penelitian diperoleh data 50-80 persen pria Amerika dipercaya tak bisa setia pada pernikahannya. Nah, mungkin mulai saat ini Anda harus memperketat penjagaan terhadap suami. Pernikahan tak bisa membuat kaum Adam berhenti mencari petualangan cinta. Seperti yang juga detikhot kutip dari Ivillage, Kamis (8/6/2006) pria adalah rajanya berbuat curang. Kadang mereka curang ketika bermain kartu, kadang juga mereka berbuat curang terhadap pasangannya sendiri dengan selingkuh. |
0 comments:
Post a Comment